Minggu, 13 Desember 2009

Target Kasus HIV AIDS Turun 10%

Sebagai wilayah dengan tingkat pengidap HIV/AIDS terbanyak di DKI Jakarta, Pemerintah Administratif Kota Jakarta Barat menargetkan turunnya kasus HIV/AIDS pada 2010 sampai 10%. Target ini dapat terealisasi jika klinik metadon dan layanan IMS pemerintah berjalan efektif.

Menurut data dari Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta, pengidap HIV/AIDS 2009 yang terdata sebanyak 439 orang dan sebagian besar adalah laki-laki. Dengan rincian Jakarta Utara 44 orang, Jakarta Selatan 87 orang, Jakarta Barat 116 orang, Jakarta Timur 82 orang, serta Jakarta Pusat ada 110 orang.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Pemerintah Administratif Kota Jakarta Barat, Yenuarty Suaizy mengatakan terjadi peningkatan kasus temuan HIV/AIDS di Jakarta Barat. Jika 2008 lalu tercatat 67 pengidap HIV/AIDS maka 2009 ini tercatat 116 pasien HIV/AIDS.

Menurutnya, tingginya angka pengidap HIV/AIDS tersebut karena tingginya populasi penduduk di Jakarta Barat. Dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, masalah yang ada pun semakin kompleks termasuk penggunaan narkoba dan perilaku seks bebas.

"Penularan HIV/AIDS (di Jakarta Barat) umumnya dari jarum suntik bekas narkoba yang dipakai bergantian,"ungkap Yenuarty pada Kamis (26/11). Selain itu, Yenuarty menjelaskan faktor penularan virus mematikan ini juga karena gonta-ganti pasangan. Menurutnya, masih banyak tempat di Jakarta Barat yang memberi fasilitas untuk praktek prostitusi sehingga membuat resiko tertular HIV/AIDS semakin tinggi.

Untuk itu, ungkap Yenuarty, pemerintah mendirikan klinik metadon di tiga puskesmas kecamatan yaitu Grogol Petamburan, Tambora, dan Cengkareng. Tiga kecamatan tersebut dipilih karena merupakan wilayah dengan tingkat kasus HIV/AIDS yang paling tinggi.

3 klinik yang sudah beroperasi dari 2008 ini memberikan minuman pengganti narkoba kepada para pemakai. "Minuman itu disebut metadon,"ungkapnya. Yenuarty menambahkan pemberian metadon agar para pemakai dapat mengonsumsi narkotika tanpa harus menggunakan jarum suntik.

Yenuarty menganggap penggunaan metadon masih diperlukan. Menurutnya, meski mengandung narkotika dengan kadar rendah, metadon dapat mengurangi ketergantungan pemakai terhadap narkoba secara bertahap.

Untuk menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian, klinik pemerintah itu pun memberikan jarum suntik baru kepada pemakai untuk mendapatkan jarum suntik baru. Pertukaran jarum suntik tersebut, ungkapnya, agar para pemakai tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian.

Angka Kunjungan ke klinik metadon ini pun besar. Perharinya, Klinik di Tambora dapat dikunjungi sekitar 120 pasien, Klinik Cengkareng 70 an pasien, sementara Grogol Petamburan 30 an pasien.

Menurut Kepala Puskesmas Kecamatan Tambora, drg. Silvia, tingginya angka kunjungan ini memperlihatkan tingginya kesadaran warga untuk berobat. "Sehingga dapat diidentifikasi mana yang mengidap HIV/AIDS,"ucapnya pada Ahad (29/11).

Lebih lanjut, Silvia mengungkap meningkatnya angka pengidap HIV/AIDS bukan berarti adanya peningkatan jumlah pengidap. Karena, menurut Silvia, banyak pasien di Tambora yang baru dapat diidentifikasi setelah adanya klinik metadon ini. "Ini terlihat dari pemeriksaan urine,"ungkapnya.

Meski tidak dapat mengonfirmasi berapa jumlah kasus temuan HIV/AIDS di Kecamatan Tambora, Silvia mengaku seringkali mendapatkan pasien yang positif HIV/AIDS di kecamatan yang luasnya 542,09 hektar dengan populasi 260.887 jiwa tersebut.

Para pengidap HIV/AIDS itu, ungkap Silvia, umumnya tertular karena pemakaian jarum suntik yang bergantian dan perilaku seks yang aktif. "Tambora kan dekat dengan Taman sari yang merupakan sentra pelacuran,"ujarnya.

Karenanya, selain klinik metadon, di Taman Sari pun terdapat layanan konsultasi Infeksi Menular Seksual (IMS). Layanan tersebut, tambah Yenuarty, memberi konsultasi kepada pasien tentang perilaku seks yang aman. "IMS juga memberikan kondom gratis kepada para pelaku seks aktif,"ujar Yenuarty. C01/taq

Sumber :
Republika Newsroom
http://www.republika.co.id/berita/92316/Target_Kasus_HIV_AIDS_Turun_10
29 November 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar